Agama Pendidikan Sekolah
Beranda / Sekolah / Qultum Pagi Jadi Media Penanaman Cinta kepada Allah dan Sesama di MIN 9 Bandar Lampung

Qultum Pagi Jadi Media Penanaman Cinta kepada Allah dan Sesama di MIN 9 Bandar Lampung

dutacendikia. id, Bandar Lampung – MIN 9 Bandar Lampung melaksanakan kegiatan keagamaan Qultum Pagi sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini berlangsung sebelum pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) dan diikuti oleh seluruh siswa kelas I, V, dan VI dengan pendampingan guru serta staf madrasah.

Qultum Pagi tersebut menjadi ruang pembiasaan nilai-nilai religius yang menekankan aspek cinta kepada Allah SWT, cinta kepada diri sendiri, serta cinta kepada sesama. Melalui kegiatan ini, madrasah tidak hanya menguatkan dimensi spiritual peserta didik, tetapi juga membangun kesadaran etis dan sosial sejak awal aktivitas belajar.

Pelaksanaan Qultum berlangsung dalam suasana khidmat dan tertib. Siswa mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, duduk rapi di halaman madrasah, sementara guru dan staf turut mendampingi serta memastikan kegiatan berjalan lancar. Interaksi yang terbangun mencerminkan iklim pendidikan yang humanis dan religius.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen MIN 9 Bandar Lampung dalam menerjemahkan Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam praktik nyata keseharian madrasah. Nilai-nilai keimanan dan akhlak tidak hanya disampaikan dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui kegiatan pembiasaan yang konsisten.

Kepala MIN 9 Bandar Lampung, Evi Linawati, S.Ag., M.M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti Qultum Pagi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Penanaman nilai cinta kepada Allah dan sesama menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya pribadi yang beriman, disiplin, dan berakhlak mulia.

Semangat Kartini Menggema di MTsN 2 Lampung Selatan Kampus Kalirejo

Melalui kegiatan ini, MIN 9 Bandar Lampung terus meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter Qurani. Madrasah berupaya menghadirkan pendidikan yang seimbang antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial sebagai bekal siswa dalam kehidupan sehari-hari. (Septiano/Humas)

 

Berita Populer






× Advertisement
× Advertisement