dutacendikia.id, Bandar Lampung – Suasana MIN 5 Bandar Lampung berubah lebih semarak pada Kamis, (13/08). Sejumlah siswa mengikuti rangkaian perlombaan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sementara di ruang kelas dan aula sekolah berlangsung kegiatan edukatif yang membawa pesan tentang kedisiplinan, kesehatan, literasi, spiritualitas, dan kehidupan bermasyarakat.
Hari pertama perlombaan melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 6. Dewan guru yang tergabung dalam kepanitiaan bersama mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Raden Intan Lampung menyiapkan sejumlah permainan yang disesuaikan dengan kelompok kelas.
Untuk siswa kelas 1 dan 2, perlombaan diisi dengan paduan suara yang membawakan Mars Madrasah Ibtidaiyah. Siswa kelas 3 dan 4 mengikuti lomba kipas balon, sedangkan kelas 5 dan 6 beradu ketangkasan melalui lomba estafet kardus.

Siswa tampil dalam rangkaian perayaan kemerdekaan di halaman MIN 5 Bandar Lampung yang dihiasi ornamen merah putih.

Siswa MIN 5 Bandar Lampung mengikuti rangkaian perlombaan di halaman madrasah bersama pendamping dan panitia kegiatan.
Dari ruang kelas hingga halaman madrasah, kegiatan berlangsung dalam suasana riuh dan penuh antusiasme. Anak-anak mengikuti perlombaan bersama teman sekelasnya, sementara guru dan panitia mendampingi jalannya kegiatan. Perayaan kemerdekaan pun tidak berhenti pada seremoni, tetapi hadir melalui aktivitas yang memberi ruang bagi siswa untuk bekerja sama, tampil di depan orang lain, dan mengikuti aturan permainan.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala MIN 5 Bandar Lampung, Hj. Fakihah, S.Ag., M.M.Pd. Dalam arahannya, ia menyampaikan pesan kepada para siswa agar mengikuti perlombaan dengan semangat.
Rangkaian perlombaan tidak selesai pada hari pertama. Panitia menjadwalkan sejumlah lomba lainnya untuk dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu sehingga kemeriahan perayaan kemerdekaan masih akan berlanjut di lingkungan madrasah.

Guru dan peserta Program DWP Mengajar berinteraksi dengan siswa MIN 5 Bandar Lampung dalam kegiatan pembelajaran di ruang kelas, Kamis (13/8/2026).

Guru dan peserta Program DWP Mengajar berinteraksi dengan siswa MIN 5 Bandar Lampung dalam kegiatan pembelajaran di ruang kelas, Kamis (13/8/2026).
Pada hari yang sama, sekitar pukul 09.30, aula MIN 5 Bandar Lampung juga menjadi tempat berlangsungnya Program DWP Mengajar yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut mengangkat materi “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” sebagai bagian dari penguatan pembiasaan positif pada anak.
Materi yang diperkenalkan mencakup tujuh kebiasaan, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat atau tepat waktu. Setiap kebiasaan dikaitkan dengan aspek perkembangan anak, mulai dari kedisiplinan dan kesiapan menjalani aktivitas hingga kesehatan fisik, kemampuan belajar, empati, serta pemulihan kondisi fisik dan mental.
Pesan tersebut menempatkan pendidikan anak dalam cakupan yang lebih luas daripada capaian akademik. Kebiasaan bangun pagi dan tidur tepat waktu berkaitan dengan pengelolaan waktu, olahraga dan makanan bergizi dengan kesehatan, sementara gemar belajar dan bermasyarakat menyentuh kemampuan intelektual sekaligus sosial anak. Beribadah juga ditempatkan sebagai bagian dari pembentukan fondasi nilai dan integritas.
Kehadiran kegiatan DWP Mengajar bersamaan dengan rangkaian lomba kemerdekaan memperlihatkan dua ruang pembelajaran yang berjalan berdampingan: pengalaman belajar melalui kegiatan edukatif dan pengalaman sosial melalui permainan serta perlombaan. Bagi siswa sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah, ruang semacam ini menjadi bagian dari proses belajar untuk mengenali disiplin, kerja sama, keberanian, dan tanggung jawab dalam situasi yang lebih dekat dengan keseharian mereka.
Rangkaian kegiatan di MIN 5 Bandar Lampung selanjutnya masih akan berlanjut hingga Sabtu. Perlombaan antarkelas menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, sementara pesan tentang kebiasaan hidup positif memberi dimensi lain bahwa semangat merayakan kemerdekaan juga dapat dikenalkan melalui pembentukan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari. (Septiano/Humas)


