dutacendikia.id, Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid MAN 1 Bandar Lampung. Empat murid madrasah tersebut berhasil lolos ke final tingkat nasional Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 jenjang SMA/MA/SMK sederajat.
Keempat murid tersebut tergabung dalam dua tim dengan gagasan riset yang mengangkat isu berbeda. Tim pertama terdiri atas Yasmin Nazilia (XI.1) dan Aiko Annisa Thufailah (XI.16) dengan karya berjudul “Shifting Meanings of Productivity in Digital Culture: Analisis Konstruksi Sosial Tren Bare Minimum pada Gen Z”. Penelitian tersebut dibimbing oleh Dwianti Marthalena, S.Pd., M.Si.
Sementara itu, tim kedua diwakili Annisa Zahra (Kelas XI F1.1) dan Rafillah Daroyatul Aliyah (Kelas XI F1.3). Keduanya mengusung karya berjudul “Sensor Berbicara, Adat Bergerak: Integrasi Sigur Smart System dan Kearifan Lokal Pil Penggiri Dalam Mitigasi Bencana Longsor di Kota Agung, Tanggamus”, dengan Dardiri, M.Pd. sebagai pembina.
Dua karya tersebut memperlihatkan keberagaman tema yang dikembangkan para murid MAN 1 Bandar Lampung. Satu penelitian menyoroti perubahan pemaknaan produktivitas di tengah budaya digital dan tren bare minimum pada generasi Z, sedangkan penelitian lainnya menawarkan gagasan berbasis teknologi yang dipadukan dengan kearifan lokal dalam upaya mitigasi bencana tanah longsor.
Lolosnya kedua tim ke tingkat nasional menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong murid untuk melihat persoalan di lingkungan sekitar melalui pendekatan riset dan inovasi. Mereka tidak berhenti pada pengamatan terhadap suatu persoalan, tetapi menuangkannya dalam gagasan yang terstruktur untuk dipresentasikan dalam kompetisi tingkat nasional.
Prestasi tersebut juga menunjukkan ruang pengembangan akademik di madrasah yang semakin terbuka bagi lahirnya gagasan-gagasan kreatif siswa. Pendampingan guru menjadi bagian penting dalam proses pengembangan karya, mulai dari pematangan gagasan hingga penyusunan penelitian yang diikutsertakan dalam kompetisi.
Kepala MAN 1 Bandar Lampung, Dr. Lukman Hakim, S.Pd., M.M., bersama jajaran madrasah menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut sebagaimana tergambar dalam materi publikasi madrasah. Keberhasilan empat murid itu sekaligus menjadi kabar positif bagi lingkungan MAN 1 Bandar Lampung dalam mengembangkan budaya belajar yang memberi ruang bagi riset, kreativitas, dan inovasi.
Babak final KREASI 2026 selanjutnya menjadi kesempatan bagi para murid untuk membawa hasil karya mereka ke tingkat nasional. Dengan bekal penelitian dan pendampingan yang telah dilakukan, capaian ini diharapkan menjadi pengalaman akademik yang memperkaya kemampuan siswa dalam berpikir kritis, menyusun gagasan, serta menawarkan solusi terhadap persoalan di masyarakat.
Bagi madrasah, prestasi tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Ketekunan dalam belajar, keberanian mengembangkan gagasan, kepedulian terhadap lingkungan sosial, serta kemampuan mengolah pengetahuan menjadi karya merupakan bagian dari proses membentuk generasi yang berkarakter Qurani, disiplin, kreatif, dan berprestasi. (Septiano/Humas)


