dutacendikia.id, Bandar Lampung. – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah cara pengetahuan disampaikan dan dipelajari. Di tengah perubahan tersebut, guru dihadapkan pada kebutuhan untuk terus memperbarui kompetensi, termasuk memahami teknologi sekaligus merancang pembelajaran yang mampu mendorong kemampuan berpikir kritis peserta didik. Persoalan inilah yang menjadi perhatian Kelompok Kerja Guru (KKG) MIN 4 Bandar Lampung melalui penyelenggaraan workshop peningkatan kompetensi guru, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di MIN 4 Bandar Lampung tersebut mengangkat tema Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) dan Mengembangkan Soal Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam Pembelajaran. Dua aspek tersebut menjadi pokok pembahasan yang saling berkaitan, yakni pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran dan penguatan kemampuan guru dalam menyusun instrumen evaluasi yang mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars MI, serta sambutan Ketua KKG, Moch. Ichsan, S.Pd. Selanjutnya, Kasi Pendidikan Madrasah, Said Karimin, S.Ag., M.Kom.I., menyampaikan sambutan sebelum kegiatan memasuki sesi utama.
Dalam workshop tersebut, pembahasan pertama diarahkan pada strategi peningkatan mutu madrasah. Materi yang dijadwalkan berlangsung pukul 09.00–10.00 WIB ini disampaikan oleh Said Karimin. Pembahasan tersebut menjadi bagian awal untuk melihat peningkatan kualitas madrasah melalui penguatan kompetensi dan kapasitas pendidik.
Memasuki sesi berikutnya, peserta memperoleh materi mengenai desain soal berbasis HOTS yang disampaikan oleh Dr. R.A. Mustika Hariyanti, S.Pd., M.Pd. Materi ini berfokus pada pengembangan soal yang tidak berhenti pada kemampuan mengingat dan memahami informasi, tetapi juga mengarahkan peserta didik untuk mengolah pengetahuan, menganalisis persoalan, serta menggunakan penalaran dalam menjawab pertanyaan.
Pembahasan kemudian berlanjut pada integrasi Artificial Intelligence dalam pembelajaran. Sesi yang dijadwalkan berlangsung setelah istirahat, salat, dan makan siang tersebut menghadirkan Sri Sunarti, M.Pd. sebagai pemateri. Integrasi AI menjadi salah satu kompetensi yang diperkenalkan kepada guru seiring berkembangnya teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pendidikan.
Ketiga materi tersebut memberikan cakupan pembahasan yang saling melengkapi. Peningkatan mutu madrasah menjadi kerangka besarnya, sementara desain soal HOTS dan pemanfaatan AI menjadi dua bidang kompetensi yang dibahas secara lebih spesifik. Dengan demikian, perhatian workshop tidak semata-mata tertuju pada pengenalan teknologi, tetapi juga pada kemampuan guru dalam merancang pembelajaran dan evaluasi.
Penyelenggaraan workshop ini memperlihatkan perhatian KKG MIN 4 Bandar Lampung terhadap kebutuhan pengembangan kompetensi guru di tengah perubahan dunia pendidikan. Penguasaan teknologi dan kemampuan menyusun soal yang mendorong penalaran merupakan dua hal yang menjadi pokok pembelajaran dalam kegiatan tersebut.
Bagi dunia madrasah, perkembangan teknologi menghadirkan kebutuhan baru dalam proses pembelajaran. Guru dituntut memahami berbagai perangkat yang tersedia sekaligus tetap memiliki kecakapan pedagogis dalam mengarahkan proses belajar. Melalui workshop ini, KKG MIN 4 Bandar Lampung mengangkat dua kebutuhan tersebut sebagai bagian dari agenda peningkatan kompetensi pendidik. (Septiano/Humas)


