dutacendikia.id, Bandar Lampung – Kualitas pembelajaran di madrasah tidak hanya ditentukan oleh materi yang disampaikan guru, tetapi juga oleh kesiapan perencanaan, ketepatan metode mengajar, serta kemampuan mengelola proses belajar di kelas. Aspek-aspek tersebut menjadi perhatian MIN 2 Bandar Lampung melalui pelaksanaan supervisi akademik guru yang mulai berlangsung pada Rabu (4/11/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala MIN 2 Bandar Lampung, H. Untung Pribadi, M.Pd.I., selaku supervisor. Pelaksanaannya didampingi Koordinator Kurikulum, Eva Wati, S.Pd.I., dan Koordinator Kesiswaan, Fadlah Hamhij, S.Pd.I.
Supervisi diawali dengan pemeriksaan kelengkapan perangkat pembelajaran yang disiapkan masing-masing guru. Sejumlah komponen yang menjadi perhatian meliputi modul ajar, perencanaan pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, hingga instrumen penilaian.
Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan kesiapan guru sebelum memasuki ruang kelas. Perangkat ajar menjadi bagian dari perencanaan yang mengarahkan proses pembelajaran, mulai dari penyampaian materi hingga penilaian terhadap hasil belajar peserta didik.
Pengamatan kemudian dilakukan secara langsung terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas. Dalam tahap ini, perhatian supervisor mencakup metode yang digunakan guru, pengelolaan kelas, serta interaksi yang terbangun antara guru dan peserta didik selama kegiatan belajar berlangsung.
Melalui pengamatan tersebut, supervisi mencermati bagaimana perencanaan pembelajaran diterapkan dalam praktik. Sebab, kelengkapan administrasi pembelajaran perlu berjalan seiring dengan kemampuan guru mengelola kegiatan belajar secara nyata di ruang kelas.
Bagi MIN 2 Bandar Lampung, supervisi akademik ditempatkan sebagai bagian dari pembinaan dan evaluasi tenaga pendidik. Kegiatan ini tidak berhenti pada pemeriksaan maupun penilaian terhadap pekerjaan guru, tetapi juga menjadi sarana pendampingan untuk meningkatkan kompetensi profesional dalam menjalankan tugas pembelajaran.
Pelaksanaan supervisi yang mencakup pemeriksaan perangkat ajar dan pengamatan proses belajar tersebut memperlihatkan dua sisi penting dalam tugas pendidik: kesiapan merancang pembelajaran dan kecakapan melaksanakannya. Keduanya menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjaga kualitas proses pendidikan di madrasah.
Melalui kegiatan yang mulai dilaksanakan pada Rabu tersebut, MIN 2 Bandar Lampung berupaya menjadikan supervisi akademik sebagai bagian dari proses peningkatan mutu pembelajaran sekaligus penguatan profesionalisme guru. (Septiano/Humas)


