dutacendikia.id, Bandar Lampung – Halaman MIN 4 Bandar Lampung dipenuhi suasana khidmat pada Sabtu (17/08) pagi saat seluruh warga madrasah melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Upacara bendera ini menjadi ruang refleksi bersama bagi guru, tenaga kependidikan, dan siswa untuk meneguhkan kembali semangat kebangsaan yang selaras dengan nilai religiusitas.
Pasukan pengibar bendera tampil disiplin dan percaya diri, hasil dari latihan intensif yang mereka jalani setiap hari sejak 4 Agustus hingga menjelang upacara. Di bawah arahan pelatih Nur Muhammad Ageung Manah Al Supandi, atau akrab disapa Kak Ageung, para siswa berlatih formasi, kekompakan, hingga ketepatan gerakan. Kerja keras mereka terbayar ketika bendera Merah Putih berkibar gagah di tiang utama, disambut keheningan penuh hormat dari seluruh peserta upacara.
Adapun siswa yang tergabung dalam pasukan pengibar bendera ialah:
1. Muhammad Naufal Ghafiqih
2. Muhammad Hayatun Nufus
3. Azammy Fahrizal
4. Dio Erlangga Pratama
5. M. Fikih Febrian
6. Giara Amanda Ramadhani
7. Magvira Qisya Ardiyanti
8. Raisya Aulia Idris
9. Ahmad Nugraha Angkasa
10. Dzaki Misda
11. Habibi Al Gibran
12. Muhammad Abdul Zaki
13. Muhamad Danan Irawan
Keberhasilan tim pengibar ini mendapat apresiasi luas dari guru dan siswa lain, bukan semata karena benderanya berhasil dinaikkan dengan sempurna, tetapi juga karena mereka menunjukkan hasil nyata dari proses disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab.

Guru dan siswa MIN 4 Bandar Lampung larut dalam khidmat doa usai pengibaran bendera. Upacara kemerdekaan menjadi ruang pendidikan karakter yang menyatukan nilai kebangsaan dan religiusitas.
Momen reflektif semakin terasa saat seluruh dewan guru turut memanjatkan doa setelah prosesi pengibaran. Dengan seragam ungu-abu yang serasi, para guru menengadahkan tangan, memohon keberkahan bagi bangsa, madrasah, dan generasi penerus. Doa tersebut menjadi simbol bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk keteguhan spiritual serta moral.
Kepala MIN 4 Bandar Lampung, Ahmad Firdaus, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan bahwa upacara kemerdekaan di sekolah bukan hanya sebuah ritual tahunan, melainkan pendidikan karakter yang hidup.
“Upacara bendera adalah ruang belajar langsung tentang disiplin, tanggung jawab, dan penghormatan kepada perjuangan para pahlawan. Dari sinilah anak-anak belajar bahwa kemerdekaan harus disyukuri, dijaga, dan diisi dengan karya positif,” ujarnya.
Upacara bendera di MIN 4 Bandar Lampung tahun ini menegaskan peran madrasah sebagai institusi pendidikan yang menanamkan cinta tanah air secara elegan: dengan kedisiplinan, doa, dan nilai kebersamaan. Bagi publik, pemandangan ini menggambarkan wajah pendidikan Islam yang modern, religius, sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan. (Septiano)


