dutacendikia.id, Bandar Lampung – Aktivitas pembelajaran di MIN 9 Bandarlampung tetap berjalan meski peserta didik mengikuti kegiatan belajar dari rumah. Melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring, guru dan peserta didik tetap terhubung dalam proses pembelajaran pada Kamis (10/9/2026).
Dokumentasi kegiatan memperlihatkan peserta didik mengikuti pembelajaran melalui pertemuan virtual menggunakan Google Meet. Sejumlah siswa tampak hadir dari rumah masing-masing dengan mengikuti sesi pembelajaran melalui perangkat yang digunakan untuk terhubung dengan guru dan peserta didik lainnya.
Pelaksanaan pembelajaran secara daring menjadi bagian dari upaya madrasah menjaga keberlangsungan kegiatan belajar. Jarak antara ruang kelas dan rumah tidak menjadi penghalang bagi peserta didik untuk tetap mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai arahan madrasah.
Di sisi lain, para guru juga terlibat dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Dokumentasi menunjukkan sejumlah guru mengikuti kegiatan dengan menggunakan perangkat komunikasi dan bahan pembelajaran yang tersedia. Interaksi melalui ruang virtual menjadi sarana untuk menjaga komunikasi antara madrasah dan peserta didik selama pembelajaran berlangsung.
Kepala MIN 9 Bandarlampung, Evi Linawati, S.Ag., M.M.Pd., menyampaikan pesan kepada seluruh peserta didik agar tetap bersemangat mengikuti pembelajaran dari rumah. Ia juga mengingatkan peserta didik untuk menjaga kesehatan serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh madrasah.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PJJ, sebab proses pendidikan tidak berhenti pada penyampaian materi pembelajaran. Kedisiplinan mengikuti kegiatan, menjaga komunikasi dengan madrasah, serta memperhatikan kondisi kesehatan tetap menjadi bagian dari tanggung jawab peserta didik selama belajar dari rumah.
Melalui pembelajaran jarak jauh daring, MIN 9 Bandarlampung terus menjaga kesinambungan pendidikan dengan memanfaatkan teknologi sebagai jembatan antara guru dan peserta didik. Semangat belajar, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap kesehatan diharapkan tetap tumbuh sehingga proses pendidikan berjalan secara baik dan turut menguatkan karakter peserta didik yang Qurani, disiplin, serta berprestasi. (Septiano/Humas)


