dutacendikia.id, Bandar Lampung – Perubahan teknologi bergerak lebih cepat daripada kebiasaan di ruang kelas. Bagi guru, kondisi itu menuntut kesediaan untuk terus belajar, termasuk memahami kecerdasan artifisial (AI) yang kini mulai bersentuhan langsung dengan pekerjaan pendidikan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, MIN 4 Bandar Lampung menggelar Penguatan Kompetensi Digital Guru Menuju Transformasi Pembelajaran di Era Digital melalui Gemini Academy, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk mengenal sekaligus mempraktikkan pemanfaatan Gemini sebagai salah satu teknologi AI yang dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan pembelajaran. Guru tidak ditempatkan semata sebagai pengguna teknologi, tetapi didorong memahami bagaimana teknologi tersebut dapat diolah menjadi alat bantu yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Materi yang diberikan berkaitan dengan sejumlah kebutuhan praktis guru. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyiapkan bahan pembelajaran, mengembangkan gagasan kegiatan di kelas, menyusun alternatif materi, hingga mencari cara agar penyajian pembelajaran menjadi lebih menarik. Pemanfaatannya tetap membutuhkan pertimbangan guru karena teknologi, pada akhirnya, hanya menjadi alat dalam proses pendidikan.
Suasana kegiatan memperlihatkan guru mengikuti materi melalui perangkat masing-masing. Layar laptop menjadi bagian dari proses belajar yang berlangsung di ruang kegiatan. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan dunia pendidikan, kemampuan digital semacam ini menjadi bagian penting dari upaya guru menjaga pembelajaran tetap relevan dengan perubahan zaman.
Penguatan kompetensi juga diarahkan pada penggunaan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Guru perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, memeriksa kembali hasil yang diberikan teknologi, serta menyesuaikannya dengan tujuan pembelajaran dan karakter peserta didik. Dengan demikian, penggunaan AI tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan materi secara cepat, tetapi berkembang menjadi kecakapan pedagogis dalam memilih dan menggunakannya secara tepat.
Bagi madrasah, transformasi digital bukan semata persoalan perangkat atau aplikasi. Perubahan yang lebih penting terletak pada kesiapan sumber daya manusianya. Ketika guru memiliki kemauan untuk mempelajari teknologi baru, ruang pembelajaran pun memiliki peluang lebih besar untuk berkembang tanpa kehilangan arah pendidikan yang menjadi fondasinya.
Melalui Gemini Academy, MIN 4 Bandar Lampung berupaya memperkuat kesiapan guru menghadapi ekosistem pembelajaran yang semakin digital. Penguasaan teknologi diharapkan berjalan beriringan dengan tanggung jawab seorang pendidik, sehingga kecerdasan artifisial dapat ditempatkan sebagai alat bantu untuk memperkaya proses belajar, bukan menggantikan peran guru dalam mendidik.
Pada akhirnya, teknologi hanya akan bermakna ketika digunakan oleh manusia yang memahami tujuan penggunaannya. Dari ruang belajar guru inilah ikhtiar membangun pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan berkualitas terus dimulai—dengan tetap berpijak pada nilai pendidikan madrasah dan pembentukan generasi yang berkarakter Qurani. (Septiano/Humas)


