dutacendikia.id, Bandar Lampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 213 UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) tahun 2025 bersama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandar Lampung melaksanakan kegiatan penanaman lubang resapan biopori di lingkungan madrasah. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mengurangi genangan air, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memberikan edukasi praktis kepada siswa tentang pentingnya merawat ekosistem.
Kepala MIN 2 Bandar Lampung, H. Untung Pribadi, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan mahasiswa KKN. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi madrasah untuk membentuk peserta didik yang berkarakter, peduli lingkungan, dan berwawasan global. “Kami ingin siswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan langsung tindakan yang bermanfaat bagi alam,” ujarnya.
Lubang resapan biopori yang dibuat di area sekolah berfungsi meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan, mengurangi risiko banjir, sekaligus membantu proses pengomposan alami. Dalam pendampingan mahasiswa KKN, siswa diajak memahami langkah pembuatan biopori, manfaat ekologisnya, serta cara pemeliharaannya.

Mahasiswa KKN UIN RIL membimbing siswa MIN 2 membuat lubang biopori.
Perwakilan Kelompok KKN Tematik 213, Khabib, mengungkapkan rasa bangga dapat berkontribusi di MIN 2 Bandar Lampung. “Kami melihat antusiasme siswa dan guru yang luar biasa. Harapannya, lubang biopori ini bukan hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Antusiasme guru, siswa, dan masyarakat sekitar menjadi bukti bahwa kesadaran menjaga lingkungan semakin menguat. Koordinator KKN 213 UIN RIL 2025 berharap kegiatan ini menjadi titik awal bagi program penghijauan dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di MIN 2 Bandar Lampung.
Melalui keterlibatan langsung siswa sejak dini, madrasah optimistis dapat menanamkan nilai kepedulian serta tanggung jawab terhadap alam, sehingga lahir generasi yang peka terhadap isu lingkungan dan siap menjadi agen perubahan di masa depan. (Septiano)


