Dutacendikia.id, Bandar Lampung – Ada suasana berbeda di MIN 3 Bandar Lampung pekan ini. Pekan ini para siswa bersiap mengikuti kegiatan Tasmi Al-Qur’an peserta didik kelas VI tahun ajaran 2024-2025, sebuah program rutin madrasah yang digelar tak hanya untuk mengukur kemampuan menghafal, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter, Kamis (22/05)
Kegiatan ini bukan semata ujian hafalan. Bagi para guru dan pembina, ini adalah bentuk nyata dari komitmen madrasah untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual.
“Kami ingin anak-anak ini tidak sekadar hafal, tapi juga paham dan mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Muhammad Itsnaini,S.Pd.I,M.Pd.I, Kepala MIN 3 Bandar Lampung saat membuka kegiatan.
Kegiatan evaluasi ini diikuti oleh seluruh peserta didik yang selama ini telah dibina dalam program tahfiz. Setiap siswa diuji satu per satu, baik dari sisi kelancaran hafalan, tajwid, hingga pemahaman dasar terhadap ayat-ayat yang mereka pelajari.
Mencetak Generasi yang Tangguh dalam Iman dan Ilmu
Madrasah ini memang sejak lama dikenal aktif dalam penguatan program keagamaan. Melalui kegiatan semacam ini, MIN 3 Bandar Lampung berharap bisa melahirkan lulusan yang tidak hanya pintar dalam pelajaran umum, tetapi juga memiliki pondasi keimanan yang kokoh.
“Target kami jelas. Kami ingin mencetak generasi Qur’ani yang kuat dalam aqidah, beramal dengan ilmu, dan tetap bisa bersaing secara prestasi,” tambah salah satu guru pembimbing tahfiz yang juga terlibat dalam evaluasi.
Tak sedikit orang tua yang menyambut baik kegiatan ini. Beberapa di antaranya bahkan hadir secara langsung, menyaksikan proses penilaian sambil sesekali mengabadikan momen dengan ponsel mereka. Bagi mereka, melihat anak-anak mampu melafalkan ayat demi ayat dengan lancar adalah kebanggaan yang tak bisa diukur materi.
Tak Sekadar Hafal, Tapi Juga Menjaga dan Mengamalkan
Harapan madrasah tidak berhenti pada hafalan semata. Para siswa diharapkan mampu menjaga hafalan mereka, sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari. Sebagai alumni kelak, mereka juga diharapkan menjadi generasi yang menjaga nama baik almamater dan tetap menjalin silaturahmi dengan para guru serta lingkungan madrasah.
“Yang terpenting itu istikamah. Hafalan bisa saja hilang kalau tidak dijaga. Tapi dengan semangat dan kedekatan pada Al-Qur’an, insya Allah bisa terus tertanam dalam hati mereka,” ujar seorang guru senior, penuh harap.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan tausiah singkat dari salah satu pembina. Suasana menjadi syahdu, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. Di tengah arus zaman yang makin kompleks, MIN 3 Bandar Lampung tetap menjaga bara semangat pendidikan berbasis nilai—dan lewat lantunan ayat-ayat suci, mereka menanamkan cahaya yang tak lekang oleh waktu. (Septiano)


