dutacendikia.id, Bandar Lampung – Tim matematika MAN 1 Bandar Lampung membawa pulang gelar juara umum MEDIAN IV (Mathematics Students Competition IV) yang diselenggarakan Jurusan Matematika FKIP Universitas Lampung. Gelar tersebut diraih setelah para siswa madrasah tampil kuat pada tiga cabang kompetisi dan mengumpulkan sejumlah posisi juara.
Kompetisi yang berlangsung di Aula K FKIP Universitas Lampung itu mempertemukan peserta dari berbagai sekolah dan madrasah dalam beberapa kategori perlombaan matematika. MAN 1 Bandar Lampung mengirimkan peserta pada tiga cabang, yakni Cepat Tanggap Matematika (CTM), Mathzeer, dan Brainwork.
Pada cabang CTM yang diikuti 27 tim, MAN 1 Bandar Lampung menurunkan dua tim. Hasilnya, tim madrasah berhasil meraih Juara I serta Juara Harapan II. Posisi Juara I diraih oleh Muhammad Arsyad Al Hanif, Abiyu Agdi Maturi, dan Bebi Fahira.
Performa serupa berlanjut pada cabang Mathzeer. Dari 33 peserta yang ambil bagian, MAN 1 Bandar Lampung mengirimkan tiga siswa dan kembali menempatkan wakilnya di posisi teratas. Reihan Andira Ilhamsyah berhasil meraih Juara I, sementara Akbar Ardiansyah meraih Juara Harapan II.
Di cabang Brainwork, persaingan diikuti 37 peserta. Dua siswa MAN 1 Bandar Lampung berhasil menempati dua posisi terbaik. Muhammad Ilmi Ardenamitomo keluar sebagai Juara I, sedangkan Muhammad Arsyad Al Hanif meraih Juara II.
Rangkaian hasil tersebut mengantarkan MAN 1 Bandar Lampung sebagai juara umum MEDIAN IV. Enam siswa yang menjadi bagian dari tim prestasi tersebut ialah Abiyu Agdi Maturi (XII F1.3), Akbar Ardiansyah (XII F1.8), Bebi Fahira (XI.3), Muhammad Arsyad Al Hanif (XII F1.3), Muhammad Ilmi Ardenamitomo (XI.2), dan Reihan Andira Ilhamsyah (XII F1.8).
Capaian itu memperlihatkan bahwa kompetensi matematika di madrasah tumbuh melalui latihan, keberanian berkompetisi, serta kemampuan siswa membaca persoalan secara cepat dan tepat. Setiap cabang memiliki karakter tantangan berbeda, tetapi keenam siswa tersebut mampu menjaga konsistensi penampilan hingga membawa MAN 1 Bandar Lampung menjadi peraih gelar tertinggi dalam kompetisi tersebut.
Prestasi pada MEDIAN IV sekaligus menjadi catatan positif bagi pengembangan budaya akademik di MAN 1 Bandar Lampung. Matematika tidak berhenti pada kemampuan menghitung, tetapi juga melatih ketelitian, penalaran, pengambilan keputusan, dan ketekunan menghadapi persoalan.
Gelar juara umum yang diraih di lingkungan perguruan tinggi menjadi ruang pembuktian bahwa siswa madrasah memiliki daya saing akademik yang kuat. Prestasi tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari perjalanan pendidikan para siswa—membentuk pribadi yang tekun dalam belajar, matang dalam berpikir, berkarakter, serta siap membawa nama baik madrasah pada kompetisi-kompetisi berikutnya. (Septiano/Humas)


