dutacendikia.id, Bandar Lampung – Guru dan tenaga kependidikan MIN 9 Bandar Lampung mengikuti sosialisasi MAGIS (Madrasah Digital Supervision) dan SAHABAT KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) di ruang kelas MIN 9 Bandar Lampung, Senin (19/10/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Pengawas Kemenag Kota Bandar Lampung, Dra. Hj. Nurlaily, M.M. dan Nurma Yunita, M.Pd.
Sosialisasi diarahkan pada penguatan pemahaman guru dan tenaga kependidikan mengenai penggunaan MAGIS, khususnya dalam proses pengisian aplikasi. Peserta mengikuti pemaparan materi dengan membawa perangkat kerja masing-masing sehingga pembahasan dapat diikuti secara langsung.
MAGIS menjadi bagian dari penguatan sistem pengawasan madrasah berbasis digital. Melalui pemanfaatan sistem tersebut, proses pengawasan dan tata kelola pendidikan diharapkan dapat berjalan lebih terarah dengan dukungan pencatatan serta pengelolaan data secara digital.
Selain aspek pengawasan, kegiatan juga memperkenalkan SAHABAT KBC yang mengusung pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta. Kehadiran materi tersebut memberi ruang bagi guru dan tenaga kependidikan untuk memahami keterkaitan antara penguatan tata kelola madrasah dengan penerapan nilai-nilai pendidikan yang menempatkan hubungan positif dalam proses pembelajaran.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Guru dan tenaga kependidikan menyimak materi yang disampaikan narasumber, mencatat sejumlah hal penting, serta mengikuti pembahasan menggunakan perangkat yang tersedia. Kehadiran peserta dalam kegiatan tersebut menunjukkan kesiapan MIN 9 Bandar Lampung untuk mengikuti penguatan sistem kerja dan pembelajaran yang terus berkembang.
Kepala MIN 9 Bandar Lampung, Evi Linawati, S.Ag., M.M.Pd., turut hadir bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar mampu memahami sekaligus menerapkan sistem digital dalam mendukung pelaksanaan tugas di lingkungan madrasah.
Sosialisasi MAGIS dan SAHABAT KBC pada akhirnya tidak berhenti pada pengenalan aplikasi dan konsep kurikulum. Penguatan kemampuan digital berjalan beriringan dengan upaya membangun budaya pendidikan yang lebih tertata, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, MIN 9 Bandar Lampung terus membangun lingkungan pendidikan yang mampu merespons perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai pembentukan karakter. Penguatan tata kelola, budaya kerja, dan Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang berkarakter, berbudaya Qurani, serta mendorong peserta didik tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan berprestasi. (Septiano/Humas)


